Resolusi Ramadhanku
Menyambut Bulan Ramadhan dan Idul
Fitri tahun ini, orang-orang berlomba-lomba menyiapkan resolusi. Sebelum
tanggal 1 Ramadhan pun, resolusi mulai dirancang, setelah tanggal 1 Syawal,
diharapnya beberapa di antaranya sudah terlaksana dan mungkin ada juga yang
diharapkan berkesinambungan. Biasanya berhubungan dengan Ibadah seperti membaca
ayat suci al-qur’an.
Resolusi yang cukup umum misalnya
berniat lebih rajin shalat, berniat khatam Al Qur’an, berniat puasa tanpa ada
yang terlewatkan, lebih banyak bersedekah, dan seterusnya. Padahal ibadah tidak
hanya seperti hal yang telah disebutkan. Resolusi Ramadhan tahun ini harus
berbeda dari resolusi pada umumnya seperti di bawah ini:
·
Berniat
lebih sedikit terpaksa berbohong. Bohong merupakan sifat
tercela, banyak orang melakukan kebohongan dengan memakai kata ‘terpaksa’. Terpaksa
artinya ada keadaan yang membuat kita terdesak untuk berbohong, entah untuk kepentingan diri
sendiri atau orang lain. Bohong dalam kebaikan seperti berbohong untuk menolong
orang yang akan dibunuh. Semoga Allah SWT menghindarkan kita dari
kondisi-kondisi seperti ini. Kita juga jangan sampai membuat tindakan yang
menimbulkan kondisi semacam itu.
·
Berniat
lebih ingat Allah SWT dan Rasulullah dibanding pacar dan jadwal tayang drama
seri di televisi. Kebanyakan manusia lebih ingat hal-hal
yang duniawi dibanding Allah. Mikirin pacar merupakan kebiasan anak muda pada
zaman sekarang namun,bagi para jomblo seharusnya bersyukur karena hasutan
duniawi berkurang. Tapi untuk mengingat Allah, sekedar untuk berucap
Subhanallah, Alhamdulillah, atau Astagfirullah atas kejadian-kejadian kecil
sekitar kita pun lupa atau bisa dibilang kita tidak pernah mengucapkannya pada
saat kejadian kecil terjadi. Coba setiap kali rindu kepada kekasih, sebelum mengirim
pesan berucap dulu dalam hati “Alhamdulillah ya sudah dianugrahi perasaan
yang semanis ini.”
·
Berniat
jadi orang yang lebih peduli. Peduli itu bukan sekedar
memberi uang koin kepada orang-orang di lampu merah yang mencari uang. Coba kita
disedekahkan doa juga agar di kemudian hari hidup mereka menjadi lebih baik dan
tidak melakukan hal seperti itu lagi. saya kadang merasa kasian melihat orang
yang sehat wal afiat, namun tetap melakukan pekerjaan seperti itu. Mulai
Ramadhan Tahun ini, cobalah kurangin hal yang berfikir negatif dan diganti dengan
mendoakan mereka, “semoga mereka sadar mereka bisa mencari nafkah dengan cara
yang lebih baik, dan semoga jalan itu dimudahkan.”
·
Berniat
jadi orang yang tidak terlalu Riya’. Riya’ adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama
manusia. Hal Ini sulit bagi generasi media sosial ? Rasanya dengan
berbagi hal-hal yang diniatin untuk jadi resolusi saja sudah menjadi riya’.
Tapi mari dicoba sama-sama, saling mengingatkan, “HEI KAMU ! Itu kamu yang disana
stop update status setiap kali selesai ibadah! “
·
Berniat
jadi orang yang bersyukur atas apa yang di dapat.
Bersyukur merupakan hal yang sering di ucapkan oleh banyak orang. Namun apakah
hati kita benar-benar mensyukuri apa yang di dapat ? mungkin kebanyakan lisan
menjawab “iya, saya sudah bersyukur” , namun banyak orang-orang masih belum
bisa bersyukur dalam hati. Kebanyakan orang yang telah mendapat sesuatu akan
meminta lebih dari itu. Pernahkan kita berfikir orang lain di luar sana yang
tidak mendapat seperti kita? Pernahkan kita berfikir bahwa yang kita dapat itu
sudah cukup ? marilah pada Ramadhan tahun ini kita meningkatkan rasa syukur
kita atas segala pemberian oleh ALLAH SWT.
·
Berniat
menghafal al-qur’an. Membaca atau mengaji Al-Qur’an
merupakan kegiatan yang rutin di setiap selesai sholat tarawih. Biasanya kita
sebut dengan tadarusan. Namun pernahkah kita berfikir untuk mengahafkan
Al-Qur’an ? kebanyakan orang hanya membaca atau mengaji Al-Qur’an untuk
mengejar setoran khataman yang di target. Marilah gunakan bulan Ramadhan tahun
ini untuk menyelaraskan membaca serta menghafal Al-Qur’an.
·
Berniat
jadi orang yang menggunakan waktu dengan baik. Waktu
merupakan hal yang terus berjalan dalam kehidupan kita. Detik demi detik waktu
terus berjalan mengikuti takdir yang sudah ditetapkan oleh ALLAH SWT. Namun
remaja pada zaman ini lebih banyak menggunakan waktu tidak dengan beribadah.
Hal ini terjadi karena adanya alat-alat duniawi yang telah masuk kedalam
kehidupan remaja saat ini. Alat tersebut seperti Smartphone, laptop dan
televisi. Kita tahu kebanyakan remaja zaman sekarang memiliki smartphone dan
laptop. Apakah smartphone dana laptop bisa digunakan untuk beribadah ? tentu
bisa dengan aplikasi-aplikasi yang sudah disediakan telah mendukung kita bisa
beribada dimana saja. Namun kebanyakan remaja sekarang menggunakan smartphone
untuk mengupdate status di medsos setiap menitpun ada. Hal ini tidak dapat di
pungkiri waktu yang terbuang dalam ketidakbermanfaatan sangat banyak. Serta
dampak laptop pun melebihi dari smartphone, game merupakan hal yang sudah
mendunia di zaman sekarang sehingga kebanyakan remaja sekarang lebih banyak
menghabiskan waktu untuk bermain daripada beribadah. Marilah kita sadar bahwa
waktu takkan pernah mundur dan terus akan maju menuju takdir yang di tetapkan,
sehingga hal ini dapat menumbuhkan niat untuk menggunakan waktu dengan baik dan
tidak menggunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Semoga resolusi Ramadhan tahun ini
bertahan lebih lama dalam benak kita dari resolusi Ramadhan-Ramadhan sebelumnya
bagi yang resolusinya sering terlupakan setelah sebulan, dua bulan melewati
bulan Ramadhan, tapi bagi yang resolusinya (Alhamdulillah) selalu bertahan dan
berkelanjutan, semoga resolusinya mengalami hal yang sama tahun ini. Amin.