Kamis, 03 Juli 2014

Resolusi Ramadhanku

Menyambut Bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, orang-orang berlomba-lomba menyiapkan resolusi. Sebelum tanggal 1 Ramadhan pun, resolusi mulai dirancang, setelah tanggal 1 Syawal, diharapnya beberapa di antaranya sudah terlaksana dan mungkin ada juga yang diharapkan berkesinambungan. Biasanya berhubungan dengan Ibadah seperti membaca ayat suci al-qur’an.

Resolusi yang cukup umum misalnya berniat lebih rajin shalat, berniat khatam Al Qur’an, berniat puasa tanpa ada yang terlewatkan, lebih banyak bersedekah, dan seterusnya. Padahal ibadah tidak hanya seperti hal yang telah disebutkan. Resolusi Ramadhan tahun ini harus berbeda dari resolusi pada umumnya seperti di bawah ini:

·           Berniat lebih sedikit terpaksa berbohong. Bohong merupakan sifat tercela, banyak orang melakukan kebohongan dengan memakai kata ‘terpaksa’. Terpaksa artinya ada keadaan yang membuat kita terdesak  untuk berbohong, entah untuk kepentingan diri sendiri atau orang lain. Bohong dalam kebaikan seperti berbohong untuk menolong orang yang akan dibunuh. Semoga Allah SWT menghindarkan kita dari kondisi-kondisi seperti ini. Kita juga jangan sampai membuat tindakan yang menimbulkan kondisi semacam itu.
·           Berniat lebih ingat Allah SWT dan Rasulullah dibanding pacar dan jadwal tayang drama seri di televisi. Kebanyakan manusia lebih ingat hal-hal yang duniawi dibanding Allah. Mikirin pacar merupakan kebiasan anak muda pada zaman sekarang namun,bagi para jomblo seharusnya bersyukur karena hasutan duniawi berkurang. Tapi untuk mengingat Allah, sekedar untuk berucap Subhanallah, Alhamdulillah, atau Astagfirullah atas kejadian-kejadian kecil sekitar kita pun lupa atau bisa dibilang kita tidak pernah mengucapkannya pada saat kejadian kecil terjadi. Coba setiap kali rindu kepada kekasih, sebelum mengirim pesan berucap dulu dalam hati  “Alhamdulillah ya sudah dianugrahi perasaan yang semanis ini.”
·           Berniat jadi orang yang lebih peduli. Peduli itu bukan sekedar memberi uang koin kepada orang-orang di lampu merah yang mencari uang. Coba kita disedekahkan doa juga agar di kemudian hari hidup mereka menjadi lebih baik dan tidak melakukan hal seperti itu lagi. saya kadang merasa kasian melihat orang yang sehat wal afiat, namun tetap melakukan pekerjaan seperti itu. Mulai Ramadhan Tahun ini, cobalah kurangin hal yang berfikir negatif dan diganti dengan mendoakan mereka, “semoga mereka sadar mereka bisa mencari nafkah dengan cara yang lebih baik, dan semoga jalan itu dimudahkan.”
·           Berniat jadi orang yang tidak terlalu Riya’. Riya’ adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia. Hal Ini sulit bagi generasi media sosial ? Rasanya dengan berbagi hal-hal yang diniatin untuk jadi resolusi saja sudah menjadi riya’. Tapi mari dicoba sama-sama, saling mengingatkan, “HEI KAMU ! Itu kamu yang disana stop update status setiap kali selesai ibadah! “
·           Berniat jadi orang yang bersyukur atas apa yang di dapat. Bersyukur merupakan hal yang sering di ucapkan oleh banyak orang. Namun apakah hati kita benar-benar mensyukuri apa yang di dapat ? mungkin kebanyakan lisan menjawab “iya, saya sudah bersyukur” , namun banyak orang-orang masih belum bisa bersyukur dalam hati. Kebanyakan orang yang telah mendapat sesuatu akan meminta lebih dari itu. Pernahkan kita berfikir orang lain di luar sana yang tidak mendapat seperti kita? Pernahkan kita berfikir bahwa yang kita dapat itu sudah cukup ? marilah pada Ramadhan tahun ini kita meningkatkan rasa syukur kita atas segala pemberian oleh ALLAH SWT.
·           Berniat menghafal al-qur’an. Membaca atau mengaji Al-Qur’an merupakan kegiatan yang rutin di setiap selesai sholat tarawih. Biasanya kita sebut dengan tadarusan. Namun pernahkah kita berfikir untuk mengahafkan Al-Qur’an ? kebanyakan orang hanya membaca atau mengaji Al-Qur’an untuk mengejar setoran khataman yang di target. Marilah gunakan bulan Ramadhan tahun ini untuk menyelaraskan membaca serta menghafal Al-Qur’an.
·           Berniat jadi orang yang menggunakan waktu dengan baik. Waktu merupakan hal yang terus berjalan dalam kehidupan kita. Detik demi detik waktu terus berjalan mengikuti takdir yang sudah ditetapkan oleh ALLAH SWT. Namun remaja pada zaman ini lebih banyak menggunakan waktu tidak dengan beribadah. Hal ini terjadi karena adanya alat-alat duniawi yang telah masuk kedalam kehidupan remaja saat ini. Alat tersebut seperti Smartphone, laptop dan televisi. Kita tahu kebanyakan remaja zaman sekarang memiliki smartphone dan laptop. Apakah smartphone dana laptop bisa digunakan untuk beribadah ? tentu bisa dengan aplikasi-aplikasi yang sudah disediakan telah mendukung kita bisa beribada dimana saja. Namun kebanyakan remaja sekarang menggunakan smartphone untuk mengupdate status di medsos setiap menitpun ada. Hal ini tidak dapat di pungkiri waktu yang terbuang dalam ketidakbermanfaatan sangat banyak. Serta dampak laptop pun melebihi dari smartphone, game merupakan hal yang sudah mendunia di zaman sekarang sehingga kebanyakan remaja sekarang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain daripada beribadah. Marilah kita sadar bahwa waktu takkan pernah mundur dan terus akan maju menuju takdir yang di tetapkan, sehingga hal ini dapat menumbuhkan niat untuk menggunakan waktu dengan baik dan tidak menggunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Semoga resolusi Ramadhan tahun ini bertahan lebih lama dalam benak kita dari resolusi Ramadhan-Ramadhan sebelumnya bagi yang resolusinya sering terlupakan setelah sebulan, dua bulan melewati bulan Ramadhan, tapi bagi yang resolusinya (Alhamdulillah) selalu bertahan dan berkelanjutan, semoga resolusinya mengalami hal yang sama tahun ini. Amin.


0 komentar:

Posting Komentar